Tanjungpinang - Sejumlah pengelola objek wisata pantai di kawasan Tanjungsiambang, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, mengeluhkan buruknya akses jalan menuju kawasan tersebut. Padahal, kawasan ini telah menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang paling diminati masyarakat Tanjungpinang dan Provinsi Kepulauan Riau, sementara jalan menuju lokasi hingga kini masih berupa jalan tanah berbatuan.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh para pengelola pantai kepada awak media saat ditemui di lokasi wisata, akhir pekan ini.

Tanjungsiambang dikenal memiliki deretan pantai yang menjadi tujuan wisata warga, di antaranya Pantai Setumu, Pantai Gaseng, Pantai Nabila, Agira Beach, Sejiwa, dan sejumlah pantai lain di sepanjang pesisirnya. Kawasan ini terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Dompak.

Pengelola Pantai Gaseng, Hamdan, mengatakan akses menuju pantai hingga kini belum layak. Ia bahkan menyebut jalan tersebut belum pernah disentuh semenisasi, apalagi pengaspalan.

"Jangan diaspal, disemenisasi saja belum, masih berupa jalan tanah berbatuan," kata Hamdan.

Menurut Hamdan, jalan tersebut bukan hanya akses menuju objek wisata, melainkan juga jalan yang digunakan sehari-hari oleh warga yang bermukim di sepanjang kawasan itu.

Senada dengan Hamdan, pengelola Pantai Setumu sekaligus pemilik Rumah Makan Icha, Jumahat yang akrab disapa Pak Nyat, menyampaikan keluhan serupa. Rumah makan miliknya berada di ujung kawasan dengan pemandangan yang langsung menghadap ke arah Kota Tanjungpinang.

Pak Nyat berharap pemerintah, baik Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, memberi perhatian serius terhadap pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut survei untuk pembangunan jalan itu sudah beberapa kali dilakukan, namun realisasinya belum juga terwujud hingga saat ini.

"Ke depan pemerintah perlu serius untuk melakukan ini, karena ini juga salah satu strategi untuk peningkatan wisata di Kota Tanjungpinang khususnya dan Kepri pada umumnya," ujar Pak Nyat.

Ia menambahkan, urgensi pembangunan jalan itu semakin tinggi mengingat rencana Pemerintah Kota Tanjungpinang yang akan menjadikan Pulau Basing—pulau yang terletak persis di depan kawasan Tanjungsiambang—sebagai salah satu tujuan wisata baru.

Para pengelola pantai menilai, tingginya minat kunjungan wisatawan ke kawasan Tanjungsiambang selama ini turut mendongkrak perekonomian warga di sepanjang jalur menuju lokasi tersebut. Namun mereka menyayangkan belum adanya perhatian dari pemerintah, baik tingkat kota maupun provinsi, terhadap perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait rencana pembangunan akses jalan ke kawasan Tanjungsiambang. (*)

Reporter: ABDUL FATAH